Mohamed Morsi, Presiden Mesir yang Pernah Mendekam di Penjara

Image

Kairo, Dr Mohamed Morsi dari Ikhwanul Muslimin telah resmi dinyatakan sebagai pemenang pemilihan presiden bersejarah Mesir. Peraih gelar PhD Amerika Serikat itu berjanji akan menjadi pemimpin bagi semua warga Mesir termasuk para penganut Kristen dan kaum minoritas lainnya.

Seperti diberitakan Telegraph, Selasa (26/6/2012), Dr Morsi dilahirkan pada 20 Agustus 1951 di Provinsi Sharqiya. Dia lulus dengan meraih gelar sarjana teknik dari Universitas Kairo, Mesir pada tahun 1975. Dia mendapatkan gelar Master dari universitas yang sama, enam tahun kemudian.

Morsi kemudian mendapatkan gelar PhD dari University of Southern California, Amerika Serikat (AS) pada tahun 1982. Dengan gelar doktornya, Morsi sempat mengajar di sejumlah universitas di AS. Namun dia kemudian pulang ke Mesir pada tahun 1985 dan mengajar di Zagazig University.

Morsi beristrikan seorang wanita yang menjadi aktivis Ikhwanul Muslimin. Dari pernikahan itu, Morsi mendapatkan 5 anak yang telah memberinya 3 cucu. Dua dari kelima anak Morsi memegang status kewarganegaraan AS.

Morsi pernah menjadi anggota kelompok anti-Israel, Committee to Resist Zionism. Namun dia mendedikasikan sebagian besar waktunya untuk Ikhwanul Muslimin. Lewat organisasi inilah, Morsi menang dalam pemilihan parlemen pada tahun 2000.

Kemudian pada pemilihan parlemen tahun 2005, Ikhwanul Muslimin memenangi seperlima kursi di parlemen. Morsi pun berhasil mempertahankan keanggotaannya di parlemen. Namun tak lama kemudian dia ditangkap dan dipenjara selama 7 bulan setelah ikut serta dalam aksi-aksi protes mendukung hakim-hakim reformis.

Selama menjadi anggota parlemen, Morsi kerap dipuji akan kepiawaiannya berpidato. Khususnya setelah kecelakaan kereta tahun 2002 di mana Morsi mengecam ketidakmampuan para pejabat.

Pada pemilihan parlemen tahun 2010, Morsi telah menjadi juru bicara Ikhwanul Muslimin. Dia kembali dipenjara pada 28 Januari 2011 lalu, sehari setelah Ikhwanul Muslimin mengumumkan akan bergabung dengan aksi-aksi demo menentang rezim Presiden Hosni Mubarak. Aksi demo besar-besaran tersebut, sekitar dua pekan kemudian berhasil menggulingkan Mubarak dari tampuk kekuasaan.

Ikhwanul berkeyakinan dalam membangun negara Islam secara perlahan-lahan dan dengan cara damai. Namun fokus Morsi selama ini lebih banyak ke isu-isu yang berdampak pada mayoritas rakyat Mesir sejak revolusi, misalnya, perekonomian yang memburuk.

Morsi maju sebagai kandidat capres Ikhwanul setelah kandidat pertama Ikhwanul, Khairat El-Shater didiskualifikasi. Dalam putaran kedua pilpres Mesir, Morsi berhasil mengalahkan rivalnya, mantan perdana menteri era kepresidenan Hosni Mubarak, Ahmed Shafiq dengan mengumpulkan 51,73 persen suara. Dengan kemenangannya ini, Morsi menjadi presiden Islamis pertama Mesir yang terpilih secara demokratis.
sumber : http://news.detik.com/read/2012/06/26/124703/1951019/1148/mohamed-morsi-presiden-mesir-yang-pernah-mendekam-di-penjara

Timses Nara Sawer Rp 200 Ribu ke Ibu-ibu Ciracas, Panwaslu Protes

Image

Jakarta
“Foke-Nara, Foke-Nara, Foke-Nara nomor satu,” demikian dendang ibu-ibu PKK RT 03/RW 05 Kelurahan Kelapa Dua Wetan, Ciracas, Jakarta Timur di atas panggung sambil berjoged. Timses Nachrowi Ramli menyawer mereka dengan 2 lembar uang Rp 200 ribu. Panwaslu yang turut hadir pun protes.

Ibu-ibu yang menyanyi di panggung yang didirikan Jalan Kelapa Dua Wetan 1, RT 03 RW 05 Kelurahan Kelapa Dua Wetan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, Selasa (26/6/2012) itu berjumlah sekitar 10 orang. Mereka dengan enjoy menyanyikan lagu dukungan pada peserta Pilkada DKI nomor 1 itu dengan nada ‘Iwak Peyek’ yang kondang itu diiringi organ tunggal.

Saat menyanyi, salah satu timses Nara, sapaan akrab Nachrowi Ramli, naik ke atas panggung menyawer uang Rp 100 ribu sebanyak dua lembar. Tidak lama kemudian, Nara, berkemeja biru dan berpeci hitam-juga naik ke atas panggung ikut berjoget.

Nah, Panwaslu Kecamatan Ciracas menyaksikan hal itu dan menyatakan protes. “Ya kita nanti ada laporannya, itu termasuk kampanye politik uang. Tapi nanti kita kaji dulu dan kita sudah ambil itu. Kita memang saksikan sendiri, itu ada saweran, itu kita foto semua dan akan kita laporkan ke Panwaslu Pusat,” jelas perwakilan Panwaslu Ciracas, Poltak Limbong di lokasi yang sama.

Sementara Ibu Ari yang menerima saweran itu menolak bila hal itu dikatakan politik uang karena hanya dibagikan kepada pengisi acara.

“Itu nggak bagi uang, tapi itu Rp 200 ribu untuk yang nyanyi, itu bukan politik uang. Kalo politik uang itu dibagi-bagi ke semua orang, tapi itu dibaginya ke yang nyanyi saja. Itu tadi yang nyanyi ada 10 orang,” jelas Ari yang juga tergabung dalam Forum Bersama Jakarta, salah satu ormas pendukung Foke-Nara.

Sementara Nara sendiri menganggap hal itu sebagai penghargaan bagi ibu-ibu yang telah susah payah berlatih menyanyi untuk tampil hari ini.

“Saya bukan nyawer uang. Itu bentuk apresiasi saya kepada grup. Kasihan ibu-ibu PKK itu sudah berlatih jadi saya mengapresiasi kelompok itu,” jelas Nara.

sumber : http://news.detik.com/read/2012/06/26/125652/1951022/10/timses-nara-sawer-rp-200-ribu-ke-ibu-ibu-ciracas-panwaslu-protes

Wa Ode: Di Rekening Saya Tak Ada Rp 50,5 M

Image

Jakarta Terdakwa kasus suap dan pencucian uang, Wa Ode Nurhayati, kembali membantah punya uang Rp 50,5 miliar di rekening Bank Mandiri. Politisi PAN ini mengaku justru cuma mempunyai Rp 280 juta di rekeningnya tersebut.

“Jadi nggak ada itu Rp 50 miliar,” kata Wa Ode jelang sidang lanjutan dirinya di Pengadilan Tipikor, Jl HR Rasuna Said, Jaksel, Selasa (26/6/2012).

Mantan anggota Banggar DPR ini mengaku bingung dengan jaksa penuntut umum yang memasukkan jumlah Rp 50,5 miliar ke dalam dakwaan dirinya. Uang yang ia miliki cuma Rp 280 juta.

“Itu cuma Rp 280 juta,” lanjutnya.

Wa Ode menjelaskan, di tahun 2008 ia memang memiliki rekening sebesar Rp 8 miliar. Setelah masuk sebagai anggota DPR, Wa Ode pun meminta supaya keluarga besarnya untuk bersedia mengelola uang itu.

“Karena nggak boleh kan DPR jalanin usaha,” kata Wa Ode.

Wa Ode kemudian mengaku mendapat tawaran menarik dari Bank Mandiri. Bank BUMN itu menawarkan bunga yang tinggi dan cahsback menggiurkan jika Wa Ode mau menempatkan uangnya di rekening mereka. Tanpa pikir panjang, Wa Ode pun kemudian mengumpulkan uang dan menjadi nasabah prioritas di bank itu.

Sebelumnya saat pembacaan dakwaan, Wa Ode Nurhayati disebut jaksa telah membuka rekening untuk menampung uang yang diduga hasil korupsi senilai Rp 50,5 miliar.

Menurut jaksa I Kadek Wiradana, uang sebesar Rp 50,5 miliar itu ditempatkan Wa Ode di rekening nomor 102-00-0551613-0 di Bank Mandiri KCP Gedung DPR. Padahal ada rekening lain milik Wa Ode yang digunakan untuk menyimpan seluruh gaji dan tunjangan selama menjadi anggota DPR. Total nilai yang ada di rekening itu sejak Oktober 2009-September 2011 adalah Rp 1,699 miliar.

Wa Ode membuka rekening untuk menyimpan hasil korupsi pada 8 Oktober 2010. Saldo awal yang disetor adalah Rp 500 juta dan Wa Ode menjadi nasabah prioritas.

“Uang yang ada di rekening tersebut yang diketahuinya atau patut diduganya merupakan hasil tindak pidana,” kata jaksa I Kadek Wiradana, dua pekan lalu.

sumber : http://news.detik.com/read/2012/06/26/131658/1951056/10/wa-ode-di-rekening-saya-tak-ada-rp-505-m

Mengenaskan! Ibu Rumah Tangga di Malaysia Tewas Akibat Bom Rakitan

Image

Kuala Lumpur, Mengenaskan! Seorang ibu rumah tangga di Malaysia tewas akibat terkena ledakan bom rakitan di depan rumahnya sendiri. Bom rakitan tersebut disamarkan dalam bentuk paket dan diletakkan di depan pintu pagar kediaman korban.

Seperti diberitakan oleh China Press dan dilansir Asia One, Selasa (26/6/2012), insiden nahas ini terjadi pada Jumat (22/6) waktu setempat, ketika Madam Tan Cheng Fang (48) dan keponakannya yang berusia 11 tahun baru pulang dari pasar. Melihat ada paket di depan rumahnya di wilayah Sungai Petani, Kedah, tanpa curiga Madam Tan pun mengambilnya. Terlebih bungkusan tersebut memang ditujukan untuk suaminya yang berprofesi sebagai pengusaha.

Namun karena sang suami yang memiliki perusahaan mie sedang tidak ada di rumah, Madam Tan pun berusaha membukanya. Tiba-tiba, paket yang berukuran sebesar kotak pensil tersebut meledak. Ternyata bungkusan tersebut berisi bom rakitan.

Akibat ledakan ini, ibu rumah tangga tersebut mengalami luka parah di sejumlah bagian tubuhnya, terutama di bagian tangan dan perut. Ledakan ini merusak jari-jari tangan Madam Tan, bahkan dilaporkan bahwa potongan jarinya terlempar sejauh beberapa meter dari lokasi ledakan.

Sedangkan sang keponakan laki-laki menderita luka sobek di bagian tangan, kaki, dan telinga. Dilaporkan, pendengaran bocah 11 tahun ini rusak akibat bunyi ledakan yang sangat keras. Keduanya segera dilarikan ke rumah sakit terdekat pasca kejadian. Suami Madam Tan kemudian memindahkan mereka ke sebuah rumah sakit swasta untuk menjalani perawatan intensif.

Namun sayangnya, nyawa Madam Tan tidak bisa diselamatkan. Dia dinyatakan meninggal dunia pada Sabtu (23/6) waktu setempat di rumah sakit Sultan Abdul Halim. Dokter berhasil mengeluarkan lebih dari 20 serpihan bom dari tubuh Madam Tan.

Hasil investigasi kepolisian menunjukkan, bom rakitan tersebut dibuat dari pipa namun memiliki daya ledak yang cukup tinggi. Saat kejadian, ledakan bom ini sempat menggetarkan kaca jendela tetangga yang rumahnya berseberangan dengan rumah korban. Sejumlah tetangga lainnya yang tinggal sejauh 200 meter dari lokasi, juga mendengar bunyi ledakan tersebut.

Polisi berhasil menemukan serpihan bom yang terdiri atas aluminium, kabel dan sejumlah elemen elektronik di sekitar lokasi kejadian. Wakil Kepala Kepolisian Distrik Kuala Muda, Inspektur Ong Aik Chang, menyebutkan bahwa persaingan usaha menjadi motif di balik bom paket ini.

Tanpa membuang banyak waktu, polisi berhasil menangkap tersangka utama di balik pengeboman ini pada hari yang sama. Seorang pria berusia 32 tahun yang disebut-sebut sebagai putra seorang datuk di Malaysia, dibekuk di kantornya tanpa perlawanan pada Sabtu (23/6). Saat ini, kepolisian masih melakukan penyelidikan atas kasus ini. Tersangka juga terancam dijerat pasal pembunuhan setelah kematian salah satu korban, yakni Madam Tan.

sumber : http://news.detik.com/read/2012/06/26/133532/1951070/1148/mengenaskan-ibu-rumah-tangga-di-malaysia-tewas-akibat-bom-rakitan

Foke-Nara Targetkan 1,2 Juta Suara di Jakarta Selatan

Image

Jakarta Pasangan calon gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli menargetkan menang 1 putaran di pilkada DKI Jakarta. Untuk mendukung kemenangan 1 putaran tersebut, pasangan nomor urut 1 ini menargetkan 1,2 juta suara dari wilayah Jakarta Selatan.

Ketua Tim Pemenangan Foke-Nara, Tatang Hidayat, optimistis Foke-Nara mendapat dukungan terbanyak di Jakarta Selatan. “Warga Jakarta Selatan harus membuktikan bahwa kita bisa menang satu putaran,” kata Tatang saat mendampingi Nachrowi Ramli sosialisasi dan konsolidasi di Taman Cilandak, Cilandak Barat, Jakarta Selatan, Rabu (27/6/2012).

Sementara itu, Nachrowi memaparkan capaian-capaian Fauzi Bowo selama menjabat Gubernur Jakarta. Dia menegaskan bahwa Foke tinggal melanjutkan apa yang telah dimulai selama ini untuk mewujudkan Jakarta yang lebih maju, lebih nyaman, dan lebih sejahtera.

“Sebab yang nomor 1 ini yang akan menata Jakarta dengan baik,” ujar Nachrowi.

Hingga kini, beragam survei menyatakan pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli memiliki elektabilitas tertinggi. Namun, angka elektabilitas itu belum melebihi 50 persen. Padahal, pilkada DKI Jakarta hanya bisa berlangsung satu putaran bila pemenang pemilu meraup lebih dari 50 persen suara.

“Masih kurang 3 persen. Dalam 10 hari, kita harus cari lagi kekurangannya supaya 1 putaran,” kata Nara.

Ratusan warga Jakarta hadir pada acara di Cilandak Barat tersebut. Foke dan Nara bertekad membangun Jakarta menjadi lebih baik untuk semua kalangan. Termasuk warga yang beragam latar belakang etnis.

“Jakarta adalah milik kita semua. Semua orang harus membangun Jakarta dan harus akur dengan etnis lain,” katanya.

sumber : http://news.detik.com/read/2012/06/27/184044/1952496/10/foke-nara-targetkan-12-juta-suara-di-jakarta-selatan

Komisi III-Pemerintah Rampungkan RUU Peradilan Anak

Image

Jakarta Komisi III DPR bersama pemerintah merampungkan RUU Sistem Peradilan Pidana Anak. RUU ini akan dibawa ke rapat paripurna untuk dimintai persetujuan anggota dewan.

Menteri Hukum dan HAM, Amir Syamsuddin, mengatakan RUU ini menjadi solusi untuk penegakan hukum dengan tetap memperhatikan hak asasi bagi anak yang terjerat masalah hukum. “Semoga disahkan menjadi undang-undang agar menjamin kepastian hukum dan perlindungan HAM khususnya bagi anak,” kata Amir Syamsuddin dalam rapat Panja RUU Peradilan Anak bersama Komisi III di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (27/6/2012).

Menurut Amir, ada lima poin penting dalam RUU ini. Pertama, adanya kewajiban keadilan restorasi yaitu penyelesaian konflik tidak harus dilakukan melalui pengadilan namun harus melibatkan pelaku, korban dan keluarga korban.

Kedua, rentang usia yang disebut anak yaitu 12-18 tahun dan anak yang terlibat konflik hukum sebelum melewati 12 tahun tidak diperbolehkan ditahan.

Ketiga, penegakan hukum dilakukan dengan metode diversi di mana pelaku dihindarkan dari pengadilan formal pidana.

Keempat, adanya kewajiban setiap orang merahasiakan identitas pelaku dan korban anak termasuk media massa.

Kelima, adanya ultimum remedium yaitu syarat pemberian hukum yang ketat dan pelaku anak ditempatkan di lembaga permasyarakatan khusus anak.

Sementara itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Linda Agum Gumelar berharap RUU ini menjadi solusi bagi penerapan hukum khusus anak. Anak selayaknya mendapatkan hukuman yang sederhana, tidak mendapatkan hukuman yang menghilangkan masa depannya,” ujarnya.

Wakil Ketua Komisi III Aziz Syamsuddin mengatakan persetujuan komisi atas RUU ini akan diteruskan ke pimpinan DPR dan didaftarkan ke Badan Musyawarah (Bamus) untuk diagendakan dalam rapat paripurna 3 Juli 2012.

“Surat akan kami kirim kepada pimpinan DPR untuk rapat Bamus dan kami undang wakil fraksi dan pemerintah untuk menandatangani RUU,” ujarnya.

sumber : http://news.detik.com/read/2012/06/27/173557/1952435/10/komisi-iii-pemerintah-rampungkan-ruu-peradilan-anak

Dewan Pertimbangan Golkar Tetap Pantau Elektabilitas Ical

Image

Jakarta Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie akan mendeklarasikan diri menjadi capres pada 1 Juli 2012 besok. Namun elektabilitas Ical tetap dipantau, segala kemungkinan masih bisa terjadi.

“Rapimnas itu agenda utama memformalkan saudara Aburizal menjadi capres dari Partai Golkar. Waktu ke depan akan digunakan untuk mensosialsasikan saudara Aburizal sebagai capres,”kata Akbar di Jakarta, Rabu (27/6/2012).

Menurut Akbar , Wantim Golkar akan terus mencermati sejauh mana penerimaan publik terhadap Ical. Tentu secara berkala akan dicermati karena Ical dalam berbagai kesempatan selalu mengatakan bahwa dia akan memperhatikan dengan sungguh-sungguh elektabilitasnya sebagai capres.

“Karena itu beralasan kita secara berkala mencoba terus mencermati sejauh mana persepsi publik terhadap beliau,”paparnya.

Kisaran elektabilitas Ical, menurut Akbar, seharusnya sudah melebihi 20 persen pada tahun 2014 nanti. Atau Golkar bisa mengambil opsi lain.

“Jadi Aburizal itu beberapa kali sebut-sebut tentang 20 persen. Dan itu ada kaitan dengan persyaratan parpol untuk mencalonkan capres kalau parpol itu punya wakil di DPR sebanyak 20 persen atau suara 25 persen hasil pemilu. Saya kira dalam perspektif itu saudara Aburizal juga selalu sebut 20 persen,” jelas Akbar.

“Kalau ternyata nanti tidak ada perkembangan yang signifikan dari segi elektabilitas tentu bisa saja pada suatu waktu dicoba untuk dipikirkan langkah-langkah apa yang bisa kita lakukan untuk bisa menaikkan elektabilitas atau kalau seandainya kita tidak yakin elektabilitasnya terus naik, bisa saja langkah apa yang bisa kita cari solusi dalam penetapan capres,”tandasnya.

sumber : http://news.detik.com/read/2012/06/27/182229/1952484/10/dewan-pertimbangan-golkar-tetap-pantau-elektabilitas-ical

Pelaku Suap Menyerang Penyidik KPK

Image

TEMPO.CO, Jakarta – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Bambang Widjojanto mengatakan proses penangkapan pelaku suap di Boul, Sulawesi Tengah, berjalan alot. Menurut Bambang, sempat terjadi penyerangan terhadap penyidik KPK.

“Ada insiden perlawanan dari orang yang diduga melakukan tindak pidana yang hampir mencederai penyidik KPK,” kata Bambang saat menggelar konferensi pers di kantornya, Selasa 26 Juni 2012.

Bambang belum mau menjelaskan secara rinci penyerangan tersebut. Ia hanya menyebutkan bahwa pelaku bersama suatu kelompok berusaha menyerang tim dari KPK. “Penjelasan lebih detail akan kami sampaikan besok (Rabu),” kata dia.

KPK melakukan tangkap tangan pelaku suap di sebuah villa di Boul siang tadi. Dari tangkap tangan itu, KPK menyita sejumlah uang. Suap diduga berkaitan dengan proyek-proyek dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah.

KPK telah menetapkan seorang tersangka berinisial A yang diduga bernama Anshori, pengusaha kelapa sawit. Ia disebut-sebut akan menyuap Bupati Buol Amran Batalipu. Namun Amran lolos dalam penggerebekan. Ia kini dicari KPK.

Sumber Tempo mengatakan kelompok yang menyerang penyidik adalah orang-orang Bupati Amran. Mereka berusaha menghalang-halangi penyidik saat Amran kabur dari tempat kejadian menggunakan mobil.

Bambang menolak menanggapi informasi tadi. “Mudah-mudahan 24 jam ada info lagi sesuai perkembangan penelusuran,” katanya.

sumber : http://id.berita.yahoo.com/pelaku-suap-menyerang-penyidik-kpk-145717785.html

Balita Ditemukan Hidup dalam Pelukan Mayat Ibunya

Image

TEMPO.CO, Florida – Seorang balita di Florida, Amerika Serikat, secara ajaib ditemukan dalam keadaan hidup dalam pelukan ibunya. Mereka diketahui terlempar sekitar 60 meter dari rumah mereka yang hancur setelah tornado menerjang.

Fox News melaporkan sang ibu, Heather Town, 32 tahun, ditemukan tewas. Ia terlempar ke semak-semak di daerah berhutan setelah tornado menghantam rumah mobilnya dan membuatnya hancur tak berbentuk. Para tetangganya mampu menemukan Town setelah mereka mendengar Annemarie, anaknya yang berusia tiga tahun, menangis.

“Ketika mereka menemukannya, ia benar-benar memeluk gadis kecilnya,” kata saksi mata, Kim Bass. “Mereka mengambil anak kecil darinya karena sang anak mengalami kesulitan bernafas.”

Town, ibu dari tiga anak, dinyatakan meninggal di lokasi kejadian. Ayahnya, Elmer Town, mengatakan sang cucu, Annemarie, dalam kondisi stabil dengan tulang rusuk dan tulang panggul patah. Dia mengatakan tindakan terakhir putrinya menunjukkan betapa dia mencintai anak-anaknya.

“Kami tahu dia memegangi anaknya dan menyelamatkan hidupnya dan itu tipe dia,” kata Elmer Town.

Crystal Town mengatakan adiknya adalah seorang wanita pemberani. “Dia mencintai anak-anaknya lebih dari segalanya,” katanya.

Rumah mobil Heather Town hancur oleh tornado. Kantor sheriff Highlands County mengatakan kepada Associated Press bahwa tornado bergerak melalui daerah tenggara dari Tampa, merusak apa saja yang dilewatinya.

sumber : http://id.berita.yahoo.com/balita-ditemukan-hidup-dalam-pelukan-mayat-ibunya-110055409.html

5 Peluru untuk ‘Menembak’ Anas di Proyek Hambalang

Image

TEMPO.CO, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi akhirnya akan memeriksa Anas Urbaningrum, Rabu 27 Juni 2012. Ini langkah maju setelah selama berbulan-bulan kasus ini menggantung.

Komisi antirasuah ini mengaku telah menyelidiki kasus ini dengan teliti. Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto mengatakan komisinya telah mendapatkan informasi penting dari anggota Fraksi Partai Demokrat di Dewan Perwakilan Rakyat, Ignatius Mulyono. “Kan sudah ada keterangan kalau Ignatius Mulyono disuruh Anas menyelesaikan sertifikat tanah untuk Hambalang,” ujarnya Senin 30 Maret 2012.

Wakil Ketua KPK lainnya, Zulkarnaen, juga mengungkapkan KPK mengendus adanya penyimpangan oleh PT Dutasari Citralaras yang menjadi subkontraktor pemenang tender proyek ini, PT Adhi Karya. PT Dutasari adalah perusahaan tempat istri Anas menjadi komisaris. Tapi, menurut Anas, ia sudah mundur sejak proyek Hambalang belum dimulai.

Berikut ini sejumlah indikasi keterlibatan Anas dan istri dalam kasus itu:

1. Anas merencanakan proyek Hambalang

Ketua Komisi Olahraga Mahyuddin membenarkan dirinya, Angelina Sondakh, dan Nazaruddin pernah bertemu dengan Menteri Andi Mallarangeng di kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga. Proyek Hambalang disebut, tapi Mahyuddin mengaku lupa detailnya. Namun, menurut Nazar, “Pertemuan membicarakan Hambalang, bukan yang lain.” Nazar menyatakan pertemuan itu diatur Anas.

Bantahan Anas:

“Saya kira sama saja dalam kasus Hambalang. Sebab, dalam kasus Wisma Atlet terbukti tidak benar.” (Kamis, 26 April 2012)

2. Anas meminta pengurusan sertifikat Hambalang

Ignatius Mulyono mengaku diminta Anas, kala itu Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR, mempercepat pengurusan sertifikat Hambalang. “Saya dimintai tolong tanya ke Pak Joyo (Kepala BPN Joyo Winoto) kenapa tanah Hambalang tak segera selesai (sertifikatnya),” kata Mulyono di gedung KPK pada 17 Februari 2012.

Bantahan Anas:

“Tidak betul (saya mengatur soal Hambalang), memangnya saya calo tanah.” (Kamis, 26 April 2012)

3. Menerima fee proyek Hambalang

Sumber Tempo di KPK membenarkan Anas menerima fee yang diduga terkait dengan proyek Hambalang. Sebelumnya, Nazar pun pernah mengungkapkan, PT Adhi Karya, yang memenangi tender Hambalang, menyerahkan Rp 100 miliar pada Mei 2010: Rp 50 miliar untuk pemenangan Anas sebagai ketua umum dalam Kongres Bandung, sisanya untuk anggota DPR serta pejabat Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Bantahan Anas:

»Tidak ada duit, hanya ada daun jambu.”

4. Athiyyah Laila terkait PT Dutasari Citralaras

– Athiyyah menjadi komisaris dan pemegang saham perusahaan Dutasari, yang merupakan subkontraktor PT Adhi Karya di Hambalang. Athiyyah disebut mundur dari Dutasari pada 2009, tapi tidak pernah ditemukan tercatat dalam akta perubahan.

– Tempo menemukan PT Dutasari mungkin melakukan pelanggaran, di antaranya karena mensubkontrakkan lagi pekerjaan itu kepada PT Kurnia Mutu.

– Tempo menemukan, di Dutasari, Athiyyah berkongsi dengan Mahfud Suroso, orang dekat Anas, yang disebut-sebut Nazar sebagai kurir fee Rp 100 miliar dari Adhi Karya, dan di sana pun ada tokoh Partai Demokrat, Munadi Herlambang.

Bantahan Anas:

“Posisi beliau (istrinya, Athiyyah) komisaris pada 2008, tapi dimintai keterangan kasus Hambalang tahun 2010.” (26 April 2012).

5. Keterangan Anas yang janggal

– Anas menyatakan istrinya berada di Dutasari karena kedekatan Mahfud Suroso dengan orang tua mereka. Padahal Anas-Mahfud dekat sejak SMA, sebelum Anas menikah.

– Anas kerap tak membantah langsung soal tudingan Nazaruddin. Soal mobil sogokan, misalnya, Anas tak secara gamblang menunjukkan asal-usul mobilnya. “Alah, rumor-rumor enggak benar,” cuma itu jawaban Anas.

sumber : http://id.berita.yahoo.com/5-peluru-untuk-menembak-anas-di-proyek-hambalang-103806086.html

Pemimpin Bukan Penakut

ImageKOMPAS.com – Suasana lingkungan rumah Mochtar Pabottingi (66) cukup tenang, agak jauh dari keramaian jalan raya. ”Saya senang tinggal di sini. Suasananya tenang,” kata pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia ini. Mochtar sudah tinggal di Jalan Plafon I/12, Kampung Ambon, Jakarta Timur, sejak 1989. Tanaman di teras rumah makin memberikan nuansa sejuk.

Dalam suasana lingkungan rumah yang tenang itulah Mochtar yang lahir di Bulukumba, Sulawesi Selatan, menjalankan ”askese intelektual”. Pada masa pensiun, ia tetap produktif dan memberikan pemikiran dan pandangan yang kritis.

Ia masih membuat puisi, novel, artikel, dan ikut menjalankan proyek penelitian di Aceh dan pemilihan umum. ”Novel saya diharapkan dapat diterbitkan bulan depan,” katanya.

Sebagai peneliti, doktor bidang ilmu politik dari Universitas Hawaii, Amerika Serikat, ini tentu sudah banyak menulis berbagai artikel, khususnya di harian Kompas yang pada 28 Juni nanti merayakan hari ulang tahun ke-47. Dengan kontribusi pemikiran dalam wacana publik dan dedikasi yang konsisten dan tinggi sebagai cendekiawan di Indonesia, Kompas pun memberikan penghargaan ”Cendekiawan Berdedikasi” kepada Mochtar.

Mochtar sangat berharap Kompas tetap konsisten mewartakan dan menyuarakan semangat kebangsaan dan keindonesiaan serta berpihak pada kepentingan bangsa dan negara. Menyuarakan semangat kebangsaan dan keindonesiaan serta memperjuangkan kepentingan bangsa itu juga semakin penting mengingat semangat dan perjuangan itu semakin tergerus.

Mochtar sebagai pengamat politik juga termasuk orang yang kritis terhadap berbagai persoalan politik atau kehidupan berbangsa dan bernegara. Konsistensi pemikiran yang kritis terlihat dari tulisan-tulisannya, misalnya ”Monumen Pengkhianatan” yang menyorot etika dan integritas para legislator yang semakin terpuruk (Kompas, 4/9/2010).

Mochtar juga pernah membuat artikel yang mengkritisi sikap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Artikel itu kemudian mendapat tanggapan dari Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha.

Kutukan terbesar

Mochtar menilai, setelah reformasi 1998, kondisi kehidupan berbangsa dan bernegara memang tidak lebih baik, bahkan sebaliknya, semakin memprihatinkan. Ia menilai kondisi bangsa dan negara saat ini masih memprihatinkan karena terkait dengan sejarah reformasi tahun 1998.

”Bangsa kita ini memasuki suatu periode yang sangat buruk ketika awal reformasi,” kata Mochtar. Mengapa? Karena saat reformasi 1998 tidak terjadi pergantian rezim.

”Orde Reformasi” tetap terisi oleh politisi dan pejabat publik yang berasal dari rezim Orde Baru. Berbeda saat Orde Baru mulai berkuasa tahun 1965, pergantian rezim benar-benar terjadi.

”Saat Orde Baru berkuasa, betul-betul terjadi clean government, clean regime change. Sementara, ini (reformasi), no regime change,” kata Mochtar. Akibatnya, tidak ada koreksi dari kesalahan atau pelanggaran besar yang dilakukan pejabat-pejabat pada masa Orde Baru. Tidak ada hukuman terhadap orang-orang yang dinilai bersalah pada masa Orde Baru, seperti terkait pelanggaran hak asasi manusia dan praktik koruptif.

Karena itu, menurut Mochtar, reformasi dimulai dengan impunitas. ”Impunitas ini terus berlanjut. Jadi, celaka atau kutukan terbesar sepanjang reformasi adalah dibalikkannya fungsi hukum. Hukum bukan untuk menegakkan keadilan, tetapi mempertahankan terus ketidakadilan,” katanya.

”Itu tidak bisa dibantah. Banyak orang berputar-putar ke mana-mana, tetapi intinya di situ. Semua negara tidak bisa tegak terhormat tanpa penegakan hukum,” tutur Mochtar.

Penilaian Mochtar itu mungkin benar. Saat ini, praktik impunitas terhadap pelaku kejahatan, seperti korupsi, terasa masih kental. Putusan bebas terhadap terdakwa perkara korupsi kian menjadi fenomena. Bahkan, sering muncul sinyalemen atau nada sinis bahwa partai politik pun cenderung menjadi ”pelindung” tersangka kasus korupsi.

Kekuatan partai politik yang seharusnya memperjuangkan agenda reformasi yang digulirkan sejak 1998 dan memikul kepentingan rakyat ibarat kehilangan taji. Ideologi partai politik seharusnya menjadi ”roh” dan kekuatan perjuangan membangun sebuah nation atau kolektivitas politik, semakin terbenam.

”Di DPR, apakah ada yang berpikir nation? Tidak ada. Setiap ada pembicaraan, semua dagang sapi, yaitu bagaimana menempatkan orang-orang pada proyek yang basah,” kata Mochtar.

Meski demikian, bangsa Indonesia memang tidak boleh kehilangan harapan. Kendati praktik koruptif masih masif, penegakan hukum belum menjadi panglima, dan Indonesia dinilai sebagai negara dalam bahaya menuju negara gagal, harapan bahwa bangsa Indonesia akan menjadi bangsa yang besar harus tetap terbuka.

Apa syaratnya? Mochtar mengungkapkan, kondisi kehidupan berbangsa dan bernegara akan menjadi lebih baik kalau penegakan hukum dijalankan secara konsisten dan konsekuen. ”Kalau mau mengoreksi, tegakkan hukum. Para pemimpin di lembaga penegakan hukum harus benar-benar figur yang memiliki integritas, berkomitmen, dan berani,” kata Mochtar.

Persoalannya, Mochtar menilai, Presiden Yudhoyono kurang berani mengangkat pemimpin lembaga penegak hukum berintegritas, berkomitmen, dan berani. Pengangkatan para pemimpin lembaga penegak hukum itu pun tidak terlepas dari tawar-menawar politik dengan DPR.

Padahal, Yudhoyono merupakan presiden yang dipilih oleh mayoritas rakyat. Kalau ada presiden berani mengangkat para pemimpin lembaga penegak hukum yang berintegritas dan berani, penegakan hukum lebih dapat diimplementasikan.

Bahkan, menurut Mochtar, kalau Presiden benar-benar memperjuangkan kepentingan rakyat, ia juga tidak harus takut kepada sikap DPR yang mungkin dapat ”merongrong” eksekutif. ”Coba kalau SBY dari awal begitu. Namun, karena takut, SBY tidak bisa,” katanya.

Kekuasaan itu dipertandingkan. ”Siapa yang kuat, itu yang menang. Andaikata kekuasaan eksekutif kuat, dia bisa mengalahkan,’” tuturnya.

Memberikan harapan

Meskipun kerap mengkritik kondisi bangsa ini dengan tajam, Mochtar termasuk cendekiawan yang selalu berupaya memberikan harapan terhadap kehidupan bangsa ke depan. Ia menilai, masih ada calon pemimpin nasional yang dapat diharapkan. Masih ada orang-orang yang dapat membela panji-panji dan cita-cita kebangsaan. ”Harapan kita adalah muncul calon yang kira-kira bisa kita harapkan,” katanya.

Mochtar pun mencontohkan beberapa tokoh nasional yang masih dapat diharapkan untuk berdedikasi menjadi pemimpin nasional, seperti mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla atau Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD.

Menurut Mochtar, Jusuf Kalla merupakan contoh pejabat publik yang cepat dan berani memutuskan suatu kebijakan dan bertanggung jawab atas keputusan yang diambil. (Ferry Santoso)

sumber : http://nasional.kompas.com/read/2012/06/27/13430375/Pemimpin.Bukan.Penakut

Cukup Bukti, KPK Akan Tetapkan Tersangka Kasus Hambalang

ImageJAKARTA, KOMPAS.com — Komisi Pemberantasan Korupsi telah memiliki cukup bukti terkait dengan perkara dugaan korupsi dalam proyek pusat olahraga di Bukit Hambalang, Sentul, Bogor, Jawa Barat. Dalam waktu dekat, KPK bakal menetapkan tersangka dalam perkara itu.

“Tunggulah satu-dua minggu ini, kemungkinan besar kasus ini akan ditingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan. Kalau sudah ditingkatkan ke penyidikan, tentunya sudah ada tersangka,” kata Ketua KPK Abraham Samad di Gedung Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/6/2012).

Namun, Abraham belum bersedia mengungkap pihak mana yang bakal dijadikan tersangka. Menurut dia, kemungkinan pihak yang terjerat adalah penyelenggara negara.

Abraham memastikan pihaknya tidak akan menutup-nutupi keterlibatan pihak tertentu dalam perkara itu. Bahkan, ia mengatakan, pihaknya tidak ragu menjerat orang yang paling hebat di negara ini jika memang cukup bukti.

Seperti diberitakan, KPK memulai penyelidikan Hambalang sejak Agustus 2011. Hingga kini, KPK telah lebih dari tiga kali melakukan gelar perkara. Yang menjadi konsentrasi pemeriksaan KPK adalah soal konstruksi (bangunan) dan pengadaan barang.

KPK menduga ada pelanggaran dalam proses subkontrak proyek kepada sejumlah perusahaan, termasuk PT Dutasari Citralaras yang mendapat pekerjaan proyek senilai Rp 300 miliar. Perusahaan tersebut diurus Mahfud Suroso, yang disebut sebagai orang dekat Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum. Hingga akhir 2008 , istri Anas, Athiyyah Laila, menjadi komisaris di PT Dutasari Citralaras.

sumber : http://nasional.kompas.com/read/2012/06/20/19542276/Cukup.Bukti.KPK.Akan.Tetapkan.Tersangka.Kasus.Hambalang

Moha Lohanda, Mencetak Puluhan Doktor Sejarah

ImageKOMPAS.com – Arsip Nasional Republik Indonesia mungkin tidak akan banyak menghasilkan manfaat bagi bangsa Indonesia dan dunia internasional jika tidak ada sosok Mona Lohanda. Mona yang bekerja di ANRI sejak tahun 1972 telah mencetak puluhan doktor Ilmu Sejarah dari pengabdiannya selama puluhan tahun.

Mona yang akan pensiun akhir tahun 2012 itu mengenal para ahli Indonesia dari Belanda, Perancis, Jerman, Amerika Serikat, Australia, Inggris, Jepang, dan lain-lain yang mempelajari Indonesia lewat kumpulan arsip.

Para doktor dan pakar serta penulis sejarah Nusantara, seperti Peter Carey, Anthony Reid, Aiko Kurasawa Inomata, Kenichi Goto, Aisawa Nobu, Claudine Salmon, Merry Sommers Heidhues, Heather Sutherland, Charles Coppel, John Ingleson, Robert Cribb, Merle Calvin Ricklefs, Ruth Mc Vey, Henk Schulte Nordholt, Jap Erkelens, Leonard Blusse, Adolf Heuken, Remco Raben, dan Bambang Purwanto, pasti pernah berurusan dan dibantu oleh Mona Lohanda dalam berburu fakta yang berada dalam arsip tersembunyi.

”Terakhir kali Mbak Aiko Kurasawa minta tolong mencari data istri orang-orang Jepang yang berasal dari Indonesia semasa Perang Dunia II. Pak Jap Erkelens dan Pater Heuken ngotot meminta saya menyelesaikan penulisan ulang dan terjemahan arsip VOC yang mencapai 10.000 halaman. Sudah sepuluh tahun lebih digarap, tetapi belum selesai. Belajar arsip membuat saya bisa mengetahui apa sebab negeri sebesar Indonesia bisa dikuasai Belanda yang luasnya hanya sebesar Provinsi Jawa Barat. Penyebabnya elite penguasanyalah yang membuat Indonesia bisa dikuasai pihak asing. Rakyat di Indonesia sangat patuh. Pimpinan Indonesia benar dan jujur, rakyat Indonesia pun akan bersikap benar dan jujur,” papar Mona.

Perempuan yang berasal dari keluarga peranakan Tionghoa di Tangerang atau lazim disebut China Benteng itu menceritakan betapa Nusantara di Majapahit jaya karena kebesaran armada dan perdagangan suku Jawa. Namun, Jawa di zaman Mataram setelah Sultan Agung berubah menjadi berorientasi daratan sehingga kultur suku Jawa drastis meninggalkan dunia maritim yang puncaknya pada zaman dinasti Amangkurat; demi mendapat dukungan militer VOC, rakyat Jawa dilarang berlayar lebih jauh dari Bali dan Kalimantan. Tumpas sudah budaya maritim suku Jawa yang hari ini sangat berorientasi daratan.

Mona Lohanda-lah sosok yang memungkinkan orang Indonesia dan dunia mengenal apa yang terjadi dari tahun 1683 hingga awal 1806 yang membuat Kompeni Dagang Belanda (VOC) bisa menguasai kepulauan Nusantara. Bahkan, dalam beberapa kali kesempatan, Mona yang menerjemahkan Dag Register (Jurnal Harian) VOC bisa menceritakan dengan rinci tanpa melihat catatan, kapan terjadi kebakaran, banjir, huru-hara hingga wabah penyakit di Kota Batavia semasa VOC berkuasa.

Transkrip yang dibuat Mona Lohanda dari 1683-1806 bukanlah proyek main-main, dia menulis ulang catatan dalam bahasa Belanda kuno yang orang Belanda sendiri pun kini tidak dapat memahami maknanya. Catatan tersebut banyak menggunakan istilah Perancis, Latin, dan Inggris yang kuno pula. Semakin sulitlah paleografi yang digarap Mona demi mengungkap tiga abad sejarah masa lalu pada abad-abad di antara runtuhnya Majapahit, munculnya Mataram, dan Republik Indonesia!

Mengubah mental arsiparis

Mona Lohanda mengaku terbeban dan berharap generasi penerus profesi arsiparis mau berinisiatif dan mengembangkan jejaring dengan para peneliti di seluruh dunia. ”Saya waktu melayani para peneliti di ruang baca tahun 1970-an hingga 1985 tidak sekadar mencarikan arsip apa yang dicari. Saya berdiskusi mencari pengetahuan baru dan saling menambah relasi dengan para peneliti. Sekarang ini banyak orang di dunia arsip hanya sekadar pegawai kantor arsip. Sayang sekali, padahal mereka bisa menghasilkan banyak tulisan hingga buku dari arsip yang setiap hari mereka geluti,” ujar Mona.

Bergaul dan bertukar informasi itu membuat Mona menjadi rujukan bagi peneliti dari dalam dan luar negeri yang sedang melakukan riset. Dia mengkritisi para pekerja arsip saat ini yang malas dan tidak disiplin dalam mengembangkan kekayaan arsip Indonesia.

Dicontohkan, masih ada belasan koleksi dokumenter film hitam putih zaman pendudukan Jepang yang langka. Material tersebut didapat dari Imperial War Museum London. Material tersebut tidak diolah dan dijadikan bahan yang berguna untuk pelajaran berharga bagi generasi masa kini. Sejumlah stasiun televisi kerap menggunakan material tersebut untuk membuat tayangan sejarah.

Menanggapi kritik terhadap penggunaan arsip kolonial, Mona balik bertanya, sumber arsip lain sulit didapat dan lebih banyak sejarah lisan yang berkembang di masyarakat Indonesia. Orang Belanda dan Tionghoa dikenal sangat aktif membuat catatan. Alhasil dikenal arsip VOC hingga arsip Gong Goan (Kamar Dagang Tionghoa).

Meski tidak banyak, Mona menemukan harta baru, yakni arsip Kapiten Melayu dan naskah Melayu soal Batavia. Menjelang akhir pengabdian resmi di Arsip Nasional, Mona terobsesi menulis sejumlah buku di bidang keahliannya, yakni sejarah Batavia, Betawi, dan Tionghoa. ”Saya ingin menulis Batavia dalam catatan Melayu, sejarah Tionghoa di Jawa dan Batavia semasa Pendudukan NICA yang diatur dua pemerintah, yakni Republik dan Belanda,” kata Mona.

Komitmen Mona terhadap arsip berharga yang tidak banyak dilirik masyarakat selama 40 tahun telah menghasilkan puluhan doktor dan mungkin ribuan karya ilmiah yang membuat Indonesia semakin dikenal. Arsip pula yang membuka pintu pengetahuan mengapa negeri ini bisa lemah karena kesalahan kebijakan pemimpinnya! (Iwan Santosa)

sumber ; http://nasional.kompas.com/read/2012/06/27/13550860/Moha.Lohanda.Mencetak.Puluhan.Doktor.Sejarah

Fraksi Partai Demokrat Dukung Pembangunan Gedung Baru KPK

ImageJAKARTA, KOMPAS.com – Fraksi Partai Demokrat di Dewan Perwakilan Rakyat mendukung rencana pembangunan gedung baru Komisi Pemberantasan Korupsi. Ketua Komisi III DPR asal Fraksi Partai Demokrat, I Gede Pasek Suardika, mengatakan pihaknya berharap rencana pembangunan gedung itu terealisasi pada masa jabatannya sebagai anggota dewan. Fraksi Partai Demokrat, katanya, menunggu sikap fraksi-fraksi lain terkait gedung baru KPK ini.

“Fraksi Demokrat sejak awal mendukung pembangunan gedung itu, tidak hanya untuk KPK, tapi yang lain juga selama potensi itu memungkinkan,” kata Pasek di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (27/6/2012), saat mendampingi Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, diperiksa terkait penyelidikan Hambalang.

Menurut Pasek, ada perbedaan pendapat antar fraksi di Komisi III DPR terkait rencana pembangunan gedung baru KPK tersebut. Sebagai ketua komisi, lanjutnya, Pasek mengaku tidak dapat mengambil keputusan sepihak terkait hal ini.

“Kalau di penegakkan hukum, pimpinan itu mengambil keputusan itu ke bawah ikut semua, Kapolri, Jaksa Agung, pimpinan KPK. Kalau di DPR, pimpinan Komisi III ngambil keputusan, tidak bisa, harus melalui mekanisme rapat,” ujarnya.

Pasek belum dapat memastikan arah mayoritas fraksi atas rencana gedung baru KPK ini. Menurutnya, kemarin, Selasa (26/6/2012), Komisi III menggelar rapat internal yang hasilnya kemudian diteruskan ke Badan Anggaran DPR untuk dimasukkan dalam anggaran 2013. “Apakah nanti disetujui atau tidak, sangat tergantung sikap masing-masing fraksi,” ujarnya.

Terkait gerakan masyarakat yang mulai mengumpulkan uang untuk membantu KPK membangun gedung barunya, Pasek mempersilakan hal tersebut. “Kami hanya bekerja berdasarkan kewenangan yang diatur konstitusi dan undang-undang, Jadi kita di situ saja. Jadi silakan lah teman-teman LSM (lembaga swadaya masyarakat) bergerak, itu kan bagian dari kecintaan terhadap KPK,” ucap Pasek.

Sebelumnya, Anas Urbaningrum melalui situs jejaring sosial Twitter menyatakan dukungannya atas rencana pembangunan gedung baru KPK. Anas mengaku telah memerintahkan Fraksi Partai Demokrat untuk memperlancar proses pembahasan gedung baru KPK tersebut.

sumber : http://nasional.kompas.com/read/2012/06/27/1421349/Fraksi.Partai.Demokrat.Dukung.Pembangunan.Gedung.Baru.KPK

Alves Dimarahi Klub, City Mengintai

Image

MANCHESTER, KOMPAS.com – Bek Barcelona, Dani Alves, dilaporkan telah membuat marah petinggi klub raksasa Spanyol itu setelah ikut dalam laga persahabatan tanpa izin dari staf medis Barca. Marca melaporkan, tim berjuluk “Blaugrana” itu tengah mempertimbangkan tindakan displin untuk Alves.

Daily Star menyebutkan, pemain berusia 29 tahun itu bermain selama 25 menit dalam pertandingan yang juga menghadirkan rekan setimnya, Lionel Messi. Hal ini sangat disesalkan mengingat Alves baru saja menjalani operasi patah tulang selangka.

Meski Alves telah mengomitmenkan masa depannya untuk Barca pada awal bulan ini, insiden terakhir ini bisa saja memengaruhi kebijakan klub terhadap masa depannya di Camp Nou.

Sementara itu, insiden ini membuat Manchester City sedikit bahagia. “The Citizen” makin intensif mengikuti kabar dari Barcelona menyusul ketertarikannya terhadap mantan pemain Sevilla itu.

Menurut laporan, bek yang sering beroperasi di sisi kanan ini sebelumnya juga pernah dibuat marah karena kebocoran rumor yang menghubungkan kepergiannya dari Barca. Dan City, klub juara Premier League 2011-12 itu,
tentu akan terus mengintai.

sumber : http://bola.kompas.com/read/2012/06/27/11260193/Alves.Dimarahi.Klub.City.Mengintai

Ayah Tebas Leher Putrinya karena Punya Cowok

ImageJAIPUR, KOMPAS.com — Seorang ayah, Oghad Singh, yang menuduh putrinya berusia 20 tahun telah mencemarkan martabat keluarga karena berpacaran, mengambil pedang, dan dengan ritual kecil menebas leher putrinya. Oghad kemudian membawa kepala putrinya dan pedang itu keliling desa. Pria sadis ini lantas menyerahkan diri ke polisi.

Kantor berita AP, Selasa (19/6/2012), melaporkan, kejadian ini di Desa Dungarji, India barat laut, sempat menimbulkan kepanikan di kalangan warga desa. Sebab, sebelum menebas leher putrinya, Oghad melakukan ritual yang disaksikan warga desa.

Polisi menuturkan, Oghad Singh yang adalah petambang pualam ini menebas leher putrinya karena berpacaran dengan seorang pria. Bagi Oghad, tindakan putrinya ini sebagai sebuah hinaan bagi martabat keluarganya. Sikap keras Oghad atas anak gadisnya yang berusaha dekat dengan pria ini menyebabkan dua putrinya yang lainnya belum juga menikah.

Penduduk desa kini mengecam tindakan sang ayah yang dinilai sangat kelewatan. Menurut penduduk desa, Oghad dengan baju penuh darah putrinya membawa kepala putrinya itu berjalan sepanjang desa. Dia sengaja melakukan ini untuk memperlihatkan apa yang sudah dia lakukan terhadap putrinya yang telah menodai martabat keluarganya.

“Dia mengatakan kepada saya, dia mengambil pedang, dan saat putrinya sendirian di rumah, dia menebas lehernya. Dengan sekali tebas dan kepalanya terguling di tanah,” ujar Narayan Singh, seorang kerabat keluarga Oghad. Dia kemudian membujuk Oghad untuk menyerahkan diri ke polisi. Narayan mengantarnya dengan sepeda motor sejauh 5 kilometer.

Polisi mengenakan tuduhan perlakuan pembunuhan atas Oghad. Sang putri naas ini menikah dengan pria yang dipilih keluarganya dua tahun lalu. Dia kemudian kembali ke desanya dan tinggal dengan orangtuanya. Belakangan ini sang putri mulai berhubungan dengan pria di sana, yang membuat ayahnya marah dan menebas lehernya.

sumber : http://internasional.kompas.com/read/2012/06/20/08563293/Ayah.Tebas.Leher.Putrinya.karena.Punya.Cowok

Imigran Indonesia Berharap Dapat Suaka di AS

ImageNEWARK, KOMPAS.com – Sekelompok orang Indonesia yang akan dideportasi dari AS berharap UU federal yang diajukan Senin (25/6) waktu setempat akan memungkinkan mereka untuk mengajukan kembali permohonan suaka di negara Paman Sam itu.

RUU yang diajukan Senator Frank Lautenberg dari New Jersey itu bertujuan untuk membantu sekelompok imigran Indonesia yang mengaku telah melarikan diri dari Indonesia karena mendapat penyiksaan berdasarkan agama. “Keluarga-keluarga Indonesia ini mencari perlindungan di negara kita demi menjaga keluarganya aman dari bahaya dan penganiayaan berdasarkan agama,” kata Lautenberg. “Amerika memiliki sejarah panjang dalam melindungi pengungsi dari penganiayaan dan UU ini memberikan keluarga-keluarga ini kesempatan secara hukum untuk mencari suaka dan untuk terus berkontribusi bagi negara kita.”
         
Kantor berita AP Selasa melaporkan, pemerintah AS mengizinkan ratusan warga Indonesia datang ke Amerika dengan visa turis – kebanyakan dari mereka datang pada 1996 hingga 2003 – ketika lebih dari 1.000 tempat ibadah dihancurkan kaum ekstrimis pasca jatuhnya Soeharto. Mereka kemudian menetap di New Jersey, New York, New Hampshire dan sejumlah tempat lain. Banyak dari mereka bekerja dan membangun keluarga di AS, termasuk beberapa orang memiliki anak kelahiran Amerika.
     
Namun, setelah serangan 11 September 2001 terjadi, para pria imigran berusia antara 16 hingga 65 tahun dari negara-negara mayoritas Islam yang telah memasuki AS dengan visa sementara diminta untuk mendaftar kepada pemerintah atau diklasifikasikan sebagai teroris buron.

Banyak dari mereka yang mendaftar tidak berharap akan dideportasi ke Indonesia. Namun mereka mendapati dirinya dalam status legal limbo karena telah melampaui batas waktu untuk mengajukan permohonan suaka di AS berdasarkan alasan penganiayaan agama.

RUU Lautenberg, dan legislasi DPR yang disponsori bersama oleh anggota DPR Partai Demokrat Carolyn Maloney dari New York dan Frank Pallone Jr dari New Jersey, tidak akan memberi mereka amnesti, tetapi memungkinkan mereka untuk kembali mengajukan permohonan suaka. DPRD New Jersey pekan lalu dengan suara bulat telah mengeluarkan sebuah resolusi yang mendukung UU Federal untuk membantu warga Indonesia itu.

Sementara itu, sembilan warga Indonesia di New Jersey yang telah mendapat perintah deportasi baru-baru ini telah berlindung di Reformed Church of Highland Park. Di sana, Pendeta Seth Kaper-Dale memberikan mereka tempat perlindungan. Kaper-Dale, yang telah mendorong UU Federal yang akan mengabulkan penangguhan hukuman bagi orang-orang Indonesia itu, mengatakan empat dari sembilan orang yang tinggal di dalam gereja itu punya anak warga negara AS.

Harold Ort, juru bicara Imigrasi dan Bea Cukai AS di New Jersey, mengatakan para pejabat imigrasi telah mempertimbangkan kelayakan kasus itu per individu.

sumber : http://internasional.kompas.com/read/2012/06/26/10102011/Imigran.Indonesia.Berharap.Dapat.Suaka.di.AS

Terinspirasi Film, Seorang Pria Merampok Bank

ImagePORTLAND, KOMPAS.com — Bahan bacaan atau film dapat memengaruhi pemikiran seseorang. Seperti Raymond Carl Knudson. Dia menonton film dokumenter mengenai Resesi Besar yang melanda Amerika Serikat.

Rupanya film itu memberikan inspirasi kepadanya untuk merampok bank. Namun, pengaruh film itu tidak cukup besar karena setelah berhasil membawa lari uang sebesar 425 dollar AS (sekitar Rp 4 juta) dari cabang Bank of America, dia lalu pergi ke pos polisi untuk mengakui kesalahannya.

Dengan mudah polisi menangkap Knudson. Kepada polisi, dia mengatakan terinspirasi merampok bank setelah menonton film Inside Job. Knudson harus maju ke pengadilan pada September mendatang. Ada-ada saja. (Reuters/AP/joe)

 
sumber : http://internasional.kompas.com/read/2012/06/27/07350235/Terinspirasi.Film.Seorang.Pria.Merampok.Bank

Tekanan terhadap Iran Makin Besar

ImageSEOUL, KOMPAS,.com – Tekanan dunia internasional terhadap Iran semakin besar, Selasa (26/6/2012), setelah Korea Selatan mengumumkan akan menghentikan seluruh impor minyak dari Iran per 1 Juli mendatang.

Korea Selatan (Korsel), yang selama ini menjadi pembeli terbesar ketiga minyak Iran di Asia, menghentikan impor karena mulai 1 Juli perusahaan asuransi Eropa dilarang menjamin pengiriman minyak dari Iran.

”Uni Eropa (UE) akan menghentikan impor minyak mentah dari Iran mulai 1 Juli dan menghentikan penjaminan asuransi untuk semua impor minyak dari Iran. Oleh sebab itu, impor minyak Korea Selatan dari Iran juga akan dihentikan,” demikian bunyi pernyataan bersama Kementerian Perdagangan, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Luar Negeri Korsel, Selasa.

Sebelum pengumuman ini, impor minyak Korsel dari Iran sudah diturunkan. Data Korea National Oil Corp menunjukkan, lima bulan pertama tahun ini Korsel mengimpor 29,22 juta barrel minyak mentah dari Iran, atau sekitar 192.000 barrel per hari. Angka itu turun hampir 16 persen dari periode sama tahun lalu.

UE sendiri menyatakan tak akan mengubah keputusan untuk menerapkan embargo minyak Iran mulai hari Minggu mendatang. Spanyol dan Yunani sudah menghentikan impor minyak dari Iran sejak April.

Sementara Italia—importir minyak terbesar Iran di Eropa—akan menghentikan impor dalam beberapa bulan mendatang, setelah kontrak pengiriman minyak dari Iran ke perusahaan ENI di Italia tuntas.

Tekanan terhadap Iran semakin berat setelah Kamis besok AS akan menerapkan sanksi baru untuk memaksa Iran menghentikan program nuklirnya. Dalam sanksi tersebut, perusahaan-perusahaan asing yang terlibat bisnis dengan sektor perminyakan Iran akan dihukum, kecuali negara asal mereka mulai memangkas impor minyak dari Iran.

Beberapa negara pelanggan minyak Iran, seperti Turki dan Afrika Selatan, langsung memotong impor mereka dan mencari sumber impor baru. India juga telah mengumumkan pemotongan impor minyak Iran sebesar 11 persen, sementara Jepang telah memotong impor dari Iran sebesar 65 persen.

Turun 40 persen

Dengan semua pemotongan impor ini, Badan Energi Internasional (IEA) menyebutkan, total ekspor minyak Iran telah menyusut 40 persen dalam enam bulan terakhir. Saat ini ekspor minyak Iran hanya berkisar 1,5 juta barrel per hari.

Akibatnya, Iran mulai kehabisan tempat menyimpan kelebihan minyak dari sumur-sumur produksinya. Menurut IEA, saat ini ada sekitar 42 juta barrel minyak mentah yang disimpan dalam kapal-kapal tanker dalam posisi menunggu.

Data IEA tersebut dibantah Menteri Perminyakan Iran Rostam Qasemi. Pekan lalu, Qasemi menegaskan ekspor minyak Iran masih berkisar 2,1 juta-2,2 juta barrel per hari.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Ramin Mehmanparast, mengatakan, rencana embargo minyak oleh UE akan bersifat kontraproduktif terhadap proses perundingan nuklir Iran.(AP/AFP/Reuters/DHF)

sumber : http://internasional.kompas.com/read/2012/06/27/08213973/Tekanan.terhadap.Iran.Makin.Besar

Anjuran Berpakaian Sopan di Angkutan Umum Dikecam

Image_Imbauan yang dikeluarkan pengelola kereta bawah tanah Shanghai, China, menyulut kemarahan umum dan debat sengit di dunia maya.

Melalui mikroblog Weibo, pengelola kereta bawah tanah Shanghai Metro menerbitkan foto seorang perempuan berdiri di peron kereta bawah tanah. Perempuan itu tampak mengenakan pakaian tembus pandang.

“Tidak mengherankan bila perempuan-perempuan menghadapi pelecehan bila mereka berpakaian seperti ini,” demikian bunyi keterangan foto tersebut.

“Sulit menghindari orang-orang usil, wahai para gadis, jadi tolong hargailah dirimu sendiri,” lanjut anjuran resmi pengelola kereta bawah tanah.

Pernyataan tersebut dikecam keras oleh para pengguna layanan Weibo, semacam Twitter di China. Masalah itu tercatat sebagai topik terhangat kedua yang ramai dibicarakan.

“Berdasarkan logika itu, apakah semua pria bisa mengganggu perempuan di kolam-kolam renang?” Itulah pertanyaan yang dilontarkan oleh seorang pengguna Weibo seperti dikutip harian China Daily.

Setuju pakaian sopan

”Kalaupun perempuan berpakaian sopan, itu tidak menjamin dia tidak akan mengalami pelecehan seksual,” kata pengguna lain.

Anjuran pengelola kereta membuat dua perempuan melakukan protes terbuka di kereta bawah tanah. Mereka berjalan dengan wajah tertutup kain hitam sambil mengusung slogan.

Salah satunya berbunyi, “Saya bisa bersikap genit, tetapi Anda tidak bisa mengganggu saya.”

Pakaian yang dikenakan perempuan dalam gambar tersebut, kata wartawan BBC di Shanghai, John Sudworth, memang tampak tembus pandang.

Yang juga keberatan adalah kaum wanita. Mereka berpendapat anjuran seperti itu merupakan upaya menyalahkan kaum perempuan atas masalah yang terjadi.

“Persoalan pelecehan seksual di tempat umum memang tidak hanya terjadi di China,” kata John Sudworth.

Berdasarkan jajak pendapat lewat internet, hampir 70 persen dari 45.000 responden mengatakan, perempuan harus berpakaian sopan ketika berada di kereta atau bus.

sumber : http://internasional.kompas.com/read/2012/06/27/08510888/Anjuran.Berpakaian.Sopan.di.Angkutan.Umum.Dikecam